Forum LLAJ Se-Kalteng Perkuat Sinergi Tekan Angka Kecelakaan Menuju Zero Accident 1 Forum LLAJ Se-Kalteng Perkuat Sinergi Tekan Angka Kecelakaan Menuju Zero Accident 2 Forum LLAJ Se-Kalteng Perkuat Sinergi Tekan Angka Kecelakaan Menuju Zero Accident 3
Admin Web DishubKalteng

Forum LLAJ Se-Kalteng Perkuat Sinergi Tekan Angka Kecelakaan Menuju Zero Accident

PPIDDishubKalteng - Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perhubungan menggelar Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Kalimantan Tengah. Jumat (15/4/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya pasca arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, dan dihadiri oleh unsur 5 pilar keselamatan lalu lintas, baik secara luring maupun daring. Dalam arahannya, disampaikan bahwa tren kecelakaan lalu lintas menunjukkan peningkatan, sehingga diperlukan langkah konkret dan terintegrasi dari seluruh pemangku kepentingan.

Yulindra Dedy menegaskan bahwa Forum LLAJ memiliki peran penting sebagai wadah koordinasi lintas sektor dalam merumuskan solusi berbasis data.

“Keselamatan lalu lintas tidak bisa ditangani secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi kuat seluruh pemangku kepentingan melalui Forum LLAJ, agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan berbasis data yang akurat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa momentum pasca Lebaran harus dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi bersama untuk menyusun langkah strategis ke depan.

“Kita harus bergerak bersama, tidak hanya merespons kejadian, tetapi juga melakukan pencegahan secara sistematis. Target kita jelas, yaitu menurunkan angka kecelakaan menuju Kalimantan Tengah Zero Accident,” tambahnya.

Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Tengah dalam paparannya menyampaikan bahwa data kecelakaan telah terintegrasi dalam sistem IRSMS Polri. Untuk meningkatkan akurasi, diperlukan verifikasi yang lebih detail agar faktor penyebab kecelakaan dapat diidentifikasi secara komprehensif. Dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan kajian keselamatan jalan dengan melibatkan pakar keselamatan nasional.

Sementara itu, PT Jasa Raharja Kalimantan Tengah mengungkapkan bahwa telah disusun buku konsinyering lokasi rawan kecelakaan hasil kolaborasi dengan KNKT dan Korlantas Polri. Tercatat terdapat 10 kecamatan di Kalimantan Tengah dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi yang menjadi prioritas penanganan.

Dalam sesi diskusi, berbagai masukan strategis turut disampaikan. Baperida Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam penguatan koordinasi dan sinkronisasi monitoring keselamatan lalu lintas. Dinas PUPR Kota Palangka Raya menyoroti tingginya potensi kecelakaan akibat percampuran arus kendaraan dalam dan luar kota, khususnya kendaraan berat.

Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya juga mengidentifikasi sejumlah titik rawan kecelakaan, seperti Jalan Sukarno dan tikungan S Kelampangan. Usulan penerapan sistem satu arah serta penanganan geometrik jalan menjadi perhatian bersama.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah menyampaikan rencana perbaikan alinyemen pada tikungan S Kelampangan serta peningkatan fasilitas keselamatan jalan, termasuk pemasangan rambu lalu lintas di titik-titik yang masih minim perlengkapan jalan.

Selain itu, isu kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) juga menjadi perhatian serius. Beberapa daerah mengusulkan penindakan tegas, mulai dari pencabutan SIM hingga pembekuan izin operasional transportir yang tidak memenuhi ketentuan.

Sebagai tindak lanjut, disepakati bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan Rapat Koordinasi Keselamatan Jalan dengan menghadirkan pakar keselamatan nasional di Polda Kalimantan Tengah. Buku konsinyering lokasi rawan kecelakaan juga akan dijadikan acuan utama dalam penyusunan rencana penanganan berbasis data.

Forum LLAJ turut mendorong keterlibatan aktif pemerintah kabupaten/kota dalam setiap pembahasan penanganan permasalahan lalu lintas, termasuk melalui pemanfaatan teknologi rapat daring.

Melalui sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan, diharapkan upaya ini mampu mewujudkan sistem transportasi yang berkeselamatan serta mendukung tercapainya Kalimantan Tengah yang lebih aman dan tertib berlalu lintas.

loading

Memuat